Selasa, 11 Desember 2012

sintaksis

   SINTAKSIS 
  Pengertian sintaksis
Sintaksis ialah ilmu bahasa yang mempelajari bentuk,unsure, baik kata,kalimat,klausa,frasa maupun wacana. Secara luas sintaksis membahas yang berhubungan dengan kata-kata yang dipakai dalam bahasa komunikasi, apakah suatu kata atau kalimat itu berterima atau tidak dalam pemaknaannya.
selain itu dapat juga dikatakan bahwa Adalah pengaturan dan hubungan antara kata, dengan kata atau dengan satuan-satuan yang lebih besar  dalam bahasa. Bagaimana penggunaan ejaan juga diperhatikan pada kepaduan kata dalam kalimat.
Fungsi sintaksis pada hakikatnya adalah ”tempat” atau ”laci” yang dapat diisi oleh bentuk bahasa tertentu (Manaf, 2009:34). Wujud fungsi sintaksis adalah subjek (S), prediket (P), objek (O), pelengkap (Pel.), dan keterangan (ket). Tidak semua kalimat harus mengandung semua fungsi sintaksis itu. Unsur fungsi sintaksis yang harus ada dalam setiap kalimat adalah subjek dan prediket, sedangkan unsur lainnya, yaitu objek, pelengkap dan keterangan merupakan unsur penunjang dalam kalimat.
b.       Aliran – aliran dalam sintaksis
Pada mata kuliah sintaksis selain mempelajari hubungan kata dengan kata,kalimat.frasa,klausa dan wacana, juga terdapat aliran-aliran didalamnya antara lain :
a)                      aliran tradisional
b)                      aliran structural
c)                      aliran transformasional 
d)                      aliran tagmatik
e)                      aliran bloomfieldian
Pada aliran yang pertama yaitu aliran tradisinonal yang dimaksudkan sebagai pola-pola pemikiran filosofis. Filsafat bertujuan untuk mencari Kebenaran (dengan K besar), artinya kebenaran yang sungguh-sungguh benar, kebenaran akhir. Sifat aksiologis filsafat ini tampak dari asal katanya philos (cinta) dan sophia (pengetahuan, kebijaksanaan, kebenaran).
Seorang filosof tidak akan berhenti pada pengetahuan yang tampak benar, melainkan menyelidiki hingga ke baliknya. Ia tidak akan puas jika dalam pemikirannya masih terdapat kontradiksi-kontradiksi, kesalahan-kesalahan berpikir, meskipun dalam kenyataannya tidak ada seorang filosof pun yang filsafatnya bebas dari kontradiksi.
Aliran ini merupakan aliran tertua namun karena ketaatannya pada kaidah menyebabkan aliran ini tetap eksis di zaman apapun.
Ciri-ciri aliran ini antara lain:
  1. Bertolak dari landasan pola pikir filsafat
  2. Pemerian bahasa secara historis
  3. Tidak membedakan bahasa dan tulisan.Teori ini mencampuradukkan pengertian bahasa dan tulisan sehingga secara otomatis mencampuradukkan pengertian bunyi dan huruf.
  4. Senang bermain dengan definisi. Hal ini karena pengaruh berpikir secara deduktif yaitu semua istilah didefinisikan baru diberi contoh alakadarnya.
  5. Pemakaian bahasa berkiblat pada pola/kaidah. Bahasa yang mereka pakai adalah bahasa tata bahasa yang cenderung menghakimi benar-salah pemakaian bahasa, tata bahasa ini disebut juga tata bahasa normatif.
  6. Level-level gramatikal belum rapi, tataran yang dipakai hanya pada level huruf, kata, dan kalimat. Tataran morfem, frase, klausa, dan wacana belum digarap.
  7. Dominasi pada permasalahan jenis kata
     


Keunggulan Aliran Tradisional
  1. Lebih tahan lama karena bertolak dari pola pikir filsafat
  2. Keteraturan penggunaaan bahasa sangat dibanggakan karena berkiblat pada bahasa tulis baku
  3. Mampu menghasilkan generasi yang mempunyai kepandaian dalam menghafal istilah karena aliran ini senang bermain dengan definisi
  4. Menjadikan para penganutnya memiliki pengetahuan tata bahasa kareana pemakaian bahasa berkiblat pada pola atau kaidah
  5. Aliran ini memberikan kontribusi besar terhadap pergerakan prinsip yang benar adalah benar walaupun tidak umum dan yang salah adalah salah meskipun banyak penganutnya.
Kelemahan Aliran Tradisional
  1. Belum membedakan bahasa dan tulisan sehingga pengertian bahasa dan tulisan masih kacau
  2. Teori ini tidak menyajikan kenyataan bahasa yang kemudian dianalisis dan disimpulkan.
  3. Pemakaian bahasa berkiblat pada pola/kaidah sehingga meskipun pandai dalam teori bahasa tetapi tidak mahir dalam berbahasa di masyarakat.
  4. Level gramatikalnya belum rapi karena hanya ada tiga level yaitu huruf, kata, dan kalimat.
  5. Pemerian bahasa menggunakan pola bahasa Latin yang sangat berebda dengan bahasa Indonesia
  6. Permasalahan tata bahasa masih banyak didominasi oleh permasalahan jenis kata (part of speech), sehingga ruang lingkup permasalahan masih sangat sempit.
  7. Pemerian bahasa berdasarkan bahasa tulis baku padahal bahasa tulis baku hanya sebagian dari ragam bahasa yang ada.
  8. Objek kajian hanya sampai level kalimat sehingga tidak komunikatif



c.        Fungsi aliran tradisional

Aliran tradisional memiliki keteraturan penggunaaan bahasa sehingga sesuai dengan tata sintaksis yang banyak menggunakan susunan SPOK walaupun tidak secara keseluruhan karena ada beberapa klausa yang hanya menggunakan subjek dan predikat saja.
Susunan yang gramatikal dalam kalimat sehingga bermakna lebih sering menggunakan kata hubung ataupun kata depan sehingga maknanya dapat berterima oleh pembaca.Struktur sintaksis ada tiga yaitu fungsi sintaksis, kategori sintaksis, dan peran  sintaksis.
Dalam fungsi sintaksis ada hal-hal penting yaitu subjek, predikat, dan objek. Dalam kategori sintaksis ada istilah nomina, verba, adjektiva, dan numeralia. Dalam peran sintaksis ada istilah pelaku, penderita, dan penerima. Menurut Verhaar (1978), fungsi-fungsi S, P, O, dan K merupakan kotak kosong yang diisi kategori dan peranan tertentu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar